Laman

Sabtu, 21 Desember 2013

Karoushi, Meninggal Akibat Terlalu Banyak Bekerja di Jepang

Karoushi (過労死) adalah sebuah budaya dalam masyarakat Jepang yang berarti meninggal karena kelelahan akibat terlalu banyak bekerja.

Masih ingat kan kasus Mbak Mita Diran beberapa waktu yang lalu? Bisa dibilang ini merupakan contoh dari Karoushi di Indonesia. Menyedihkan sekali ya. Karena Karoushi ini terjadi karena dedikasi dan kecintaan pada pekerjaanya, makanya rela kerja sampe lama.

Di Jepang sendiri, Karoushi ini masih sering terjadi. Biasanya menyerang pekerja kantoran berjenis kelamin laki-laki, berusia 25-40 tahun. Kenapa jarang sekali terjadi pada wanita pekerja kantoran? Karena umumnya wanita itu waktu bekerjanya lebih sedikit dari pria.

Bayangkan aja, mereka biasanya bekerja dari jam 08.00 hingga jam 17.00. Sudah cukup lama kan? Tapi tetap aja ada yang ingin lembur, memaksimalkan waktu dan tenaganya untuk bekerja lebih banyak. Alasannya ya karena ingin 'dilihat' oleh atasannya.

Kalo atasannya senang dan suka dengan kinerja si karyawan, uda pasti si karyawan dipromosikan untuk naik ke jabatan yang lebih tinggi. Ngga kayak di sini negara lain, bisa naik jabatan karena nepotisme atau karena duit.

Trus kenapa sih sampe segitunya pengen naik jabatan?
Ya karena apa-apa di Jepang itu mahal banget. Sebagai kepala rumah tangga, biasanya karyawan pria yang bertanggung jawab mengenai pemasukan keuangan keluarga, alias sumber uang satu-satunya. Walaupun ada sih yang istrinya juga bekerja. Tapi uda aku jelasin kan di postingan waktu itu, kalo biaya daycare dan ART itu muahal banget?

Selain mengenai uang, ada juga semacam kebanggaan bagi mereka. Jadi secara ngga langsung, strata sosial keluarga mereka juga jadi naik di mata masyarakat. Aneh juga sih sebenarnya, soalnya orang Jepang itu termasuk orang yang individual dan tertutup. Tapi masih aja mikirin soal gituan.

Walaupun mereka lembur kayak gitu, mereka jarang loh dikasih upah lembur. Ya karena itu tadi, incaran mereka bukan upah lembur, melainkan prestasi dan kenaikan jabatan.


www.tofugu.com


Mereka juga kalo uda lembur ngga nanggung-nanggung loh. Kan seharusnya jam 5 sore uda pada pulang tuh, tapi mereka bisa kerja sampe jam 12 malam. Bahkan ngga sedikit yang sampe nginep di kantornya. Kalo pekerjaannya uda beres, mereka terus cari hal apalagi yang bisa mereka lakuin. Jadi kalo dihitung-hitung, setiap tahunnya mereka menghabiskan waktu sekitar 2000-3000 jam cuma untuk bekerja.
 
Keasyikan kerja, akhirnya mereka jadi lupa makan, lupa minum dan lupa istirahat. Sebenarnya sih mereka tau banget kalo badan mereka tuh uda capek. Pasti terasa lah ya.. Cuma tetep aja mereka paksain.
 
Akibatnya ya itu, mereka meninggal karena kena serangan jantung atau stroke. Ada juga yang karena terlalu letih jadinya kecelakaan di tempat kerja.

Itu sebabnya sekarang ini, perusahaan di Jepang menerapkan hari tanpa lembur. Semua karyawannya harus pulang jam 5 sore, tanpa terkecuali. Jadi ngga ada yang bisa tinggal buat lembur dan memicu terjadinya Karoushi ini.

Kata Sensei ku sih, ada kemungkinan di beberapa puluh tahun ke depan, kalo bangsa Jepang bisa punah karena sedikitnya angka kelahiran di sana dan keinginan rakyatnya untuk berkeluarga dan memiliki anak. Makanya Pemerintah Jepang lagi bikin aturan-aturan baru biar rakyatnya tetep maju dan berjumlah di atas target yang mereka harapkan.

Ya begitu lah..
Kerja sih boleh, tapi kesehatan tetep yang utama ya. Percuma aja kalo diforsir tapi ujung-ujungnya sakit, keluar duit juga jadinya. Loves your body ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar