Laman

Rabu, 10 April 2013

Manusia Munafik

Seorang temen curhat pada ku, mengenai temen kami juga yang tinggal bersamanya. Maklum, anak rantau yang sering galau. Aku pribadi ngga tau apa yang dipermasalahkan sii kawan ini. Dia sibuk bercerita tentang X. X itu begini, aku sakit hati ama X, X tega giniin aku, bla bla bla..

Otak ku langsung jalan. Jujur, aku ngga setuju ama curhatan temen ku ini. Kenapa?
Ini hal-hal yang aku ketahui :
  • X selalu membantu sii kawan, apalagi mengenai masalah keuangan. Yang aku tau, sii kawan sedikit mengalami kesulitan keuangan.
  • X ikhlas semua barang yang dimilikinya dipakai oleh sii kawan, walaupun sii kawan ini asyik bergaya dengan barang pinjaman.
  • X selalu membela sii kawan ketika ia bermasalah dengan beberapa temen kami di kelas.
  • Sedikit pun X ngga ada menjelek-jelekkan sii kawan.
Aku merasa, sii kawan sengaja bercerita seperti itu, agar aku jadi benci juga sama sii X. Oh, tidak segampang itu aku percaya dengan perkataan orang. Aku cenderung lebih suka merasakan dulu bagaimana pribadi seseorang daripada langsung menebaknya. Karena kebanyakan orang SALAH dalam menilai seseorang..

Tapi..
Sekarang ini malah sii kawan akrab banget ama X. Ke mana-mana berdua. Kok bisa yaa? :D
Aku, yang denger curhatan sii kawan ini dulu, cuma bisa geleng-geleng kepala. "Kau selalu menjelek-jelekkan dan membuka aib dia hanya untuk kesenangan mu di belakangnya, tapi di depan dia kau justru terkesan menyembah," pikir ku.

Guys..
Dalam persahabatan, kita memang harus selalu bersabar dan bisa menerima kekurangan sahabat kita. Please, jangan bersikap seperti temen ku ini yaa. Sangat tidak baik. Setiap omongan bisa menjadi bumerang bagi diri kita sendiri loh..

Aku pernah baca, ketika kita marah terhadap seseorang, ingat lah semua kebaikannya yang pernah ia berikan untuk kita. See? Insya Allah, marah kita mereda.. Memang sulit banget untuk memaafkan, tapi kita tetep harus coba kan?

Apa kita mau jadi manusia munafik kayak temen ku ini? Yang bisa gitu jelekin orang di belakang, tapi di depan akrab banget.. Walaupun kita bisa menyembunyikan keburukan hati kita, Allah SWT tahu loh.. Dan pasti lama-kelamaan orang-orang di sekitar kita juga ngerti, kalo kita ini cukup dijadikan temen biasa aja. Bukan sahabat..

Bukan maksud ku untuk membuka aib temen ku ini. Sama sekali bukan. Aku hanya mau memperingatkan kita semua untuk tidak menjadi orang seperti ini.. Apa yang kita tanam, maka itu lah yang kita tuai hasilnya.
Kalo kita nanam pohon kedondong, jangan berharap bisa berbuah mangga. :D

Jadi, rem deh kebiasaan untuk jelekin orang tapi muji kalo ketemu orangnya. Itu munafik. Sekalian aja untuk ngga temenan lagi, kalo emang uda ngga sepaham. Buat apa dipertahanin? Pahala yang susah payah kita kumpulin, jadi buat dia. Hehe.. Aku tau awalnya susah. Aku dulu juga gitu. Karena kebiasaan. Tapi karena aku ngga pengen diceritain orang, sebisa mungkin aku juga ngga mau ceritain orang. Kalo diceritain juga ngga papa, asal yang positifnya aja :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar